19 May 2015

Tram Uap dan Tambang Mentikus

Perburuan dan penambangan biji timah di pulau belitung sudah di lakukan berabad-abad lamanya, baik itu di tambang luar atau tambang dalam. Tambang dalam di pulau belitung dilakukan di bukit Gunong Kik Karak Kecamatan Kelapa Kampit kabupaten Belitung Timur dan Mentikus.

Mentikus merupakan salah satu nama kawasan tambang yang berada di desa Aik Selumar Kecamatan Sijuk Kabupaten Belitung. Tambang dalam Mentikus mencapai ke dalaman hingga 110 meter, dengan cadangan yang dapat di garap diperkirakan hingga 800.000 ton biji timah berkadar baik.

Mentikus merupakan sebuah kawasan pertambangan timah yang dibangun oleh perusahaan tambang asal Belanda, NV GMB pada awal abad ke 20. Semula kawasan itu dinamai tambang Tikus karena berada dalam area perbukit Gunong Tikus.

Setelah ditambang biji-biji timah itu di angkut ke tempat penampungan ke gudang yang di perkirakan dekat sungai mempadin dengan menggunakan transportasi Tram Uap (kereta api) untuk kemudian biji-biji timah itu di bawa ke luar pulau melewati bandar pelabuhan sungai sijok.

Jejak keberadaan Tram Uap ini, hingga tahun 1970an batangan rel kereta api itu masih dapat di jumpai melintasi kampong aik selumar, pegarun hingga ke sungai mempadin, pada tahun yang sama pula masih dapat di jumpai bangkai lokomotif Tram Uap tersebut.

Hingga kini, jejak-jejak peradaban Situs Mentikus masih terlihat. Di sana masih dijumpai kolam penampung air berukuran sekitar 6x15 meter, puing perkantoran, gudang, pondasi rumah panggung, hingga penjara.

Selain itu di sekitar kawasan itu juga banyak ditemui serpihan mangkok buatan Cina yang dulu digunakan oleh para pekerja tambang asal Tiongkok, Cina.

Objek yang paling menonjol di kawasan ini adalah sebuah bangunan yang bertuliskan Anno 1915. Bangunan dengan gaya arsitektur Belanda itu menjulang hingga 10 meter lebih menyerupai Gereja.

Sejumlah versi menyebut bangunan itu dulunya digunakan untuk gudang, namun versi lain menyebut gedung itu untuk pembangkit listrik. Dari sisi belakangan, bangunan ini diwarnai dengan lahan eks tambang yang bergelombang.

Situs ini terletak di dalam area perkebunan kelapa Sawit PT Agro Makmur Abadi (AMA) blok 31 JB 3, Desa Aik Selumar, Kecamatan Sijuk. Dari Tanjungpandan, perjalanan ke kawasan ini ditempuh kurang lebih 45 menit dengan melewati jalan tembus Desa Air Seru-Desa Buluh Tumbang, Tanjungpandan.

Sumber. Ruspandi dan berbagai sumber

16 May 2015

Kejayaan Masa Lampau Sijok

Ada banyak sebutan untuk salah satu kampong tertua di Belitong ini, bangsa Belanda menuliskan SIEDJOOK, dalam ejaan lama bahasa Indonesia di tulis SIDJOEK dan SIJUK dalam penulisan dan penyebutan resmi pemerintahan saat ini, masyarakat setempat lebih lazim menyebutnya SIJOK.

SIJOK, Apapun nama kampong ini dulu pernah menjadi tempat persinggahan dan bandar yang ramai pada masanya, serta menjadi salah satu pelabuhan banyak disinggahi para pelaut dari daerah bahkan oleh banyak negara salah satunya adalah Tiongkok. Eskpedisi Zheng He (Cheng Ho) pada pemerintahan Ming 1405-1433 konon kabarnya pernah singgah di pelabuhan sijok pada masa itu.

 Atas potensi strategis itulah maka Pemerintah Hindia Belanda menetapkan sijok sebagai salah satu Distrik semacam pusat pemeritahan yang disebut Ngabehi Krama Yudha sekitar tahun 1851 dengan mengangkat Djienal sebagai kepala pemerintahan.

Kelenteng yang di bangun pada abad ke 18 di tepi sungai sijok merupakan salah satu saksi sejarah peradaban masa lampau yang saat ini masih digunakan sebagai tempat ibadah bagi penganut kong hu chu.